Friday, March 03, 2006

Mutiara laut selatan


Mutiara ini dihasilkan oleh dua jenis kering mutiara, kerang mutiara bibir hitam, Pinctada margaritifera dan kerang mutiara bibir perak/emas, Pinctada maxima. Kedua jenis ini umumnya tersebar di bagian selatan bumi terutama di daerah Pasifik dan Hindia.

Mutiara Tahiti (Tahitian pearls)
Mutiara Tahiti adalah mutiara yang dihasilkan oleh kerang mutiara bibir hitam, Pinctada margaritifera dan tentunya berasal dari sebuah negara di Pasifik Selatan, Tahiti. Beberapa praktisi menggolongkan mutiara ini sebagai salah satu mutiara laut selatan (South seas). Namun sebagian cenderung menggunakan nama mutiara Tahiti mengingat ekslusifitas jenis mutiara ini. Mutiara Tahiti kebanyakan berwarna hitam. Selain warna hitam, Kerang ini juga menghasilkan warna mutiara lain seperti abu-abu, biru dan hijau (peacock green). Peacock green sebetulnya adalah overtone dari mutiara tersebut yang bisa saja muncul pada warna dasar mutiara (hitam, mis.). Kekhasan dari mutiara ini adalah keunikan dari overtone hijau-nya yang membuat jenis mutiara ini lebih bernilai. Ukuran dari mutiara hitam umumnya lebih besar dari mutiara Akoya.

Ratu Para Mutiara (Queen pearls)


Mutiara ini dikenal sebagai ratu dari para mutiara. Tidak jelas di lihat dari sudut mana, namun mutiara ini dihasilkan oleh kerang mutiara bibir emas/perak, Pinctada maxima. Dari segi ukuran, mutiara ini adalah yang paling besar daripada mutiara hasil budidaya kerang mutiara lain. Ukurannya bisa mencapai 22 mm. Namun rata-rata ukuran mutiara ini adalah 15 mm. Kisaran ukuran yang umumnya dijual ke pasaran adalah dari 9 sampai 20 mm. Proses budidayanyapun lebih lama daripada kerang lainnya. Tidak mengherankan bila mutiara ini jarang dijumpai di pasaran, secara otomatis memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan lainnya. Walaupun demikian, mutiara ini tidak memiliki kilau seperti yang dimiliki mutiara Akoya. Warna yang dihasilkan adalah krim, silver, kuning dan emas. Australia dikenal sebagai penghasil mutiara ini, namun selain Australia; Indonesia, Myanmar dan Filipina juga sementara mengembangkan potensi ratu para mutiara ini.

© 2006 Gustaf Mamangkey

3 comments:

Bambang SJH said...

Selamat atas artikel-artikelnya semoga dapat menambah pengetahuan terutama tentang mutiara Indonesia (South Sea Pearl). Sehingga kita dapat menghargai produk kita. Banyak yang tidak mengetahui betapa panjangnya proses dan resiko yang harus dialami menjadikan sebutir Mutiara Laut Selatan. Sehingga mereka hanya membandingkan saat mutiara itu di tawarkan.

Goestaf said...

Terima kasih atas commentnya Pak.
Iya... benar Pak. Sayang sekali memang. Semoga ke depan kita lebih banyak berkampanye supaya bangsa Indonesia tahu bahwa kita memiliki mutiara yang paling berharga: mutiara laut selatan.

Bagian ini belum diupdate sepenuhnya. saya masih dalam konsentrasi pada penelitian berikutnya plus penulisan buku Budidaya Mutiara yang cenderung bersifat akademik tanpa meninggalkan sifat kepraktisannya.

Ronapearl said...

nice artikel.. trimakasih, salam kenal dan ijin share di blog saya ronapearl.blogspot.com ^_^