Wednesday, June 28, 2006

Karakteristik mutiara

Komposisi mutiara alami kebanyakan didominasi nacre sedangkan mutiara hasil budidaya didominasi bagian intinya. Bagian inti yang digunakan untuk membuat mutiara buatan biasanya berbentuk bulat dan diambil dari kerang lain yang memiliki cangkang tebal.

Warna mutiara
Kisaran warna mutiara cukup luas, dari hitam sampai perak. Namun demikian warna alami mutiara bukan semata ditentukan oleh warna dasar nacre mutiara itu sendiri yang dibentuk oleh pigmen warna di bagian matriks organik yang mengikat ubin nacre namun juga berkombinasi dengan warna overtone dan irredescence. Malah, dalam penelitian yang dilakukan terhadap nacre dari Pinctada maxima membuktikan bahwa warna nacre juga ditentukan oleh adanya “kekacauan” cahaya dalam daerah ikatan antar ubin aragonite yang membentuk nacre. Irridescence atau juga disebut “orient” muncul bagaikan pelangi, sebetulnya merupakan fenomena optik akibat dari lapisan nacre yang membuat difraksi cahaya yang berbeda beda, fenomena ini lebih jelas pada bagian dalam dari cangkang daripada mutiara itu sendiri, terjadi akibat terbentuknya garis-garis pertumbuhan. Sementara overtone adalah sinar cahaya warna yang muncul di permukaan mutiara sehingga terlihat berkilau.

Lustre mutiara
Lustre diukur dari daya pantul nacre itu sendiri terhadap obyek di dekatnya. Bila daya pantulnya sempurna maka nacre itu akan menyerupai cermin dalam memantulkan cahaya dan image. Sementara nilai luster rendah bila nacre terlihat berwarna kusam, kabur dengan daya pantul rendah. Luster juga ditentukan oleh komposisi ubin nacre sehingga menciptakan difraksi cahaya tertentu dan membuat nacre kelihatan buram.

Bentuk mutiara
Secara umum, bentuk mutiara terdiri atas: spherical (bulat bola), simetris dan baroque. Bentuk spherical adalah bentuk umum yang dihasilkan oleh mutiara hasil budidaya. Bentuk ini juga yang paling banyak diminati konsumen. Namun, bentuk yang benar-benar bulat jarang ditemukan apalagi berasal dari mutiara alami. Mengingat model terbentuknya mutiara karena mengikuti kontur inti, sehingga dibuatlah inti bundar dengan maksud menghasilkan mutiara yang bundar pula. Bentuk simetris adalah bentuk mutiara apabila dibelah dua maka setengah bagiannya akan sama dengan bagian yang lainnya. Bentuk mutiara simetris yang umum adalah bentuk buah pir atau air mata. Sedangkan bentuk baroque adalah bentuk bangunan mutiara abstrak, memiliki tonjolan di sana-sini, tak simetris. Bentuk ini banyak ditemukan di mutiara alami.

Ukuran mutiara
Besar kecil mutiara lebih banyak ditentukan oleh jenis kerang yang menghasilkannya. Mengingat kerang mutiara Akoya (Pinctada fucata) memiliki bentuk tubuh lebih kecil sehingga mutiara yang dihasilkanpun relative lebih kecil daripada mutiara dari kerang mutiara bibir hitam (P. margaritifera) apalagi dengan kerang mutiara bibir emas (P. maxima). Di samping jenis kerang mutiara, factor lain yang menentukan ukuran mutiara adalah lamanya budidaya. Makin lama mutiara dibudidaya, makin tebal nacre yang dihasilkan. Ukuran yang umum diterapkan untuk mengukur diameter mutiara adalam millimeter (mm). Mutiara hasil budidaya dengan ukuran di atas 20 mm, jarang ditemukan sehingga harganyapun mahal.

Kontur permukaan
Mendapatkan mutiara dengan permukaan yang sangat licin pun tidak gampang. Mutiara yang memiliki goresan atau tonjolan-tonjolan kecil di permukaan disamping kurang indah secara estetik juga beresiko mengelupas bila bergesek. Keberadaan permukaan juga akan mempengaruhi warna dan lustre dari mutiara.

Berat mutiara
Umumnya berat mutiara diekspresikan dengan carat, grain dan momme. Menakar mutiara dengan berat biasanya dilakukan untuk pembelian jumlah besar, kebanyakan mutiara budidaya ditakar dengan ukuran diameter (milimeter) disamping faktor-faktor penentu kualitas mutiara lainnya.

Satu carat = 4 grain = 200 milligram = 1/5 gram

Satu grain = 1/4 carat = 50 milligram = 1/20 gram

Satu momme = 18.75 carat = 3750 milligram = 3.75 gram

© 2006, N. Gustaf F. Mamangkey

5 comments:

Maggs said...

I hope you will come visit NY City Jewelry a
pearl, designer jewelry, and fine perfume site. Whether you are looking for Akoya Pearls or other beautiful jewelry items, you can find them here. We are real people with a Consulting GIA Jeweler to help you with your fine jewelry decisions.

STL said...

I hope you will come visit NY City Jewelry a
pearl, designer jewelry, and fine perfume site. Whether you are looking for black pearls or other beautiful jewelry items, you can find them here. We are real people with a Consulting GIA Jeweler to help you with your fine jewelry decisions.

STL said...

Very nice blog, please come visit my
pearl and designer jewelry site. Whether you are looking for 14 and 18 karat Gold Native American designer jewelry or other beautiful jewelry items, you can find them here.

Bambang SJH said...

Boleh nambah sedikit P. Gustaf.
Lapisan organic (protein) pengikat yang kuat dan memberikan warna itu di sebut Conchiolin. Kristal Aragonite merupakan struktur padat berupa lempengan yang tersusun seperti lapisan bata.

Selamat dan sukses.

Bambang SJH
indosspearl@yahoo.com

Goestaf said...

Terima kasih atas commentnya Pak. Memang bagian ini semestinya saya benahi lebih banyak. Tentang istilah Conchiolin memang sempat dipakai lama dalam studi mutiara. Namun setelah dilakukan studi yang mendalam ternyata bukan hanya conchiolin saja yang ada di sana. Yang ditemukan adalah complex organic matrix yang tentu saja didominasi protein sehingga biasa disingkat matriks organik saja untuk menggambarkan pengikat tablet aragonite ini. Tentu saja penggunaan conchiolin masih bisa diterima sejauh studi ini masih dalam proses. Saya juga sementara meneliti ini namun terbentur alat, jadi mungkin saya akan bermitra dengan universitas/lembaga penelitian luar