Monday, May 10, 2010

Produksi Mutiara Laut Selatan tahun 2010

Sebuah analisis.

Produksi Mutiara Laut Selatan Indonesia saat ini mencapai 26% dari jumlah produksi Mutiara Laut Selatan dunia. Demikian Siaran Pers yang disampaikan Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Soen`an H. Poernomo dan diaminkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Dr. Fadel Muhammad. Sebuah kabar menarik dalam perkembangan pasar mutiara budidaya dunia. Tentu saja terdapat sekitar 74% Mutiara Laut Selatan masih dikuasai negara lain. Setidaknya terdapat Australia, Filipina, Myanmar dan Jepang sendiri di dalamnya. Selama ini Australia adalah pesaing utama produser Mutiara Laut Selatan baik secara kuantitas bahkan kualitas. Rivalitas Indonesia dengan Australia bahkan dengan Filipina makin meningkat belakangan ini.

Kelemahan Indonesia (bila bisa dikatakan demikian) adalah hampir 90% usaha budidaya dikuasai oleh perusahaan asing. Kondisi ini tentu saja tak menjadikan budidaya mutiara sebagai budidaya rakyat. Tidak sama dengan beberapa hewan budidaya potensial lainnya seperti ikan, misalnya.

Indonesia juga bercita-cita bahwa akan merengkuh 50% pasar Mutiara Laut Selatan dunia. Dengan menawarkan usaha budidaya mutiara ini ke rakyat, plus sinergi usaha dengan pembentukan Pearl Center yang menyuplai ilmu dan teknologi budidaya moderen cita-cita ini barangkali tak akan tetap tinggal sebagai angan belaka. Setidaknya langkah ini akan mengawali usaha berbasis kajian ilmiah seperti di negara-negara maju.

Setidaknya terdapat beberapa kendala untuk menjadikan usaha mutiara menjadi usaha rakyat. Diantaranya adalah kualitas produksi Indonesia masih cenderung di bawah produksi Australia, dan sebuah kendala utama mengapa usaha ini belum merakyat: kredit usaha. Harus diakui kendala kredit dari bank memang masih cukup berat. Keadaan ini memang dianggap 'wajar' apabila rakyat akan mengadopsi sepenuhnya cara budidaya perusahaan. Sebuah rekayasa model budidaya sangat diperlukan sehingga momok modal tinggi dan high risk akan teratasi bila usaha ini diadopsi rakyat. Menjadikan usaha ini feasible di mata bank dan di mata rakyat sendiri.


© 2010, N. Gustaf F. Mamangkey

10 comments:

Anonymous said...

Well done is well-advised b wealthier than well said.

Anonymous said...

Artistically done is well-advised b wealthier than extravagantly said.

Anonymous said...

Splendidly done is sick than well said.

Anonymous said...

A the huan race who dares to atrophy one hour of one of these days has not discovered the value of life.

[url=http://www.mmbforums.com/ipb/index.php?showuser=23919]Ana[/url]


Linda

Anonymous said...

We should be chary and perceptive in all the par‘nesis we give. We should be extraordinarily careful in giving advice that we would not dream up of following ourselves. Most of all, we ought to evade giving advise which we don't imitate when it damages those who take us at our word.

painting tools

[url=http://painting-tools-71.webs.com/apps/blog/]painting tools[/url]

Bambang SJH said...

Berdasarkan informasi yang kami terima Indonesia tetap menguasai pasar South Sea Pearl terbesar dunia, hanya saja devisa yang di terima menurun dikarenakan harga rata-rata mutiaranya turun. Ini disebabkan karena terlalu banyaknya mutiara kualitas rendah yang di jual ke luar negeri.
Mari kita bersama membangkitkan kembali kejayan mutiara Indonesia dengan lebih banyak memproduksi mutiara berkualitas baik.

indosspearl@yahoo.com

Anonymous said...

A humankind begins icy his wisdom teeth the senior chance he bites on holiday more than he can chew.

Anonymous said...

To be a noble charitable being is to be enduring a amiable of openness to the in the seventh heaven, an cleverness to trusteeship uncertain things beyond your own pilot, that can lead you to be shattered in very extreme circumstances for which you were not to blame. That says something exceedingly weighty about the get of the honest autobiography: that it is based on a conviction in the unpredictable and on a willingness to be exposed; it's based on being more like a spy than like a sparkler, something kind of dainty, but whose mere particular handsomeness is inseparable from that fragility.

Likita Jewelery said...

Katanya sih pembudidayaan mutiara sudah menurun.. Banyak pengusaha2 tidak mau lagi budidaya mutiara di Indonesia. Semoga itu tidak terjadi sampai parah, ayo tingkatkan budidaya mutiara di Tanah Air Indonesia kita.

Vimax Pills said...

Nice blog and article, thanks for sharing i like your blog